Tips Agar Sawit Berbuah Lebat Dan Subur | Agen Nasa Resmi

1 Februari 2021

PENDAHULUAN

Usaha Agribisnis kelapa sawit ( Elaeis guineesis Jacq,.) baik yaang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntunan kulitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kualntitas produksi, PT. Natural Nusantara ( Agen Nasa ) berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan ( aspek K-3)

 

SYARAT PERTUMBUHAN

-Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7jam/hari.

- Curah hujan tahunan 1500-4000mm.                       

- Temperatur optimal 24-2800.

-Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl.

-Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.

- Tanah yang baik mengandung banyak lempung beraerasi baik & subur.

Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam ( 80 cm ), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu

Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA DI AREAL PERSEMAIAN

Tahap Awal sebeleum Kecambah kelapa sawit di masukkan ke babybag 12x23 atau 15x23 cm yang berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah di ayak, maka diberikan pupuk dasar (TSP) sebanyak 5-10 grm / babybag, lalu kecambah di tanam sedalam 2 cm.

 

-Tanah di babybag harus selalu lembab

-Penyusuran babybag ke dalam bedeng yang berukuran 10 mx 1,2 ( 100x10 babybag ) dengan jarak antar bedeng 0,5 m ( Pre-Nursery ), satu bedengan bisa memuat 1000 bibit kelapa sawit.

-Setelan berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit di pindah tanamkan ke areal Min Nursery.

-Bibit semaian di pindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 tanah lapisan atas yang diayak

-Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5ml atau 0,5 tutup per liter air.

-Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90cm.

- Untuk areal Mian Nursery 1 Ha bisa memuat sebanyak 12.500 bibit kelapa sawit.

Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.

Pmindahan bibit dari baby bag ke large bag pada umur 12 minggu, Jika pada umur 12 minggu bibit belum di pindahkan dan masih tetap di baby bag. Maka pemupukan harus tetap di lanjutkan  dengan dosis umur 11 minggu yaitu 40 grm UREA + 15 g MOP i  15 liter air i 500m bibit setiap minggu sampai bibit dipindahkan. Jangan memberikan pupuk dalam bentuk granular pada babyba.

Setelah di pindahkan ke larage bag, maka dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk granular mengikuti umur bibit 30gr/pohon.

 

Bibit harus dipindahkan ke lapangan pada umur 11-14 bulan.

Jumlah dosis pupuk per bibit per 52 minggu= 40 g TSP atau 50 g SP-36 50 g Dolomit + 0,52 g Urea + 0,06 g MOP + 8 g NPK

Catatan Akan lebih baik pembibitan diselingi/ditambahkan SUPERNASA 1-3 kali, dengan dosis 1 botol untuk 400 bibit. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter ( 4000ml) air dijadikan larutan induk, Kemudian Setiap Satu Liter Air diberi 10ml larutan induk tadi untuk penyiraman.

PENANAMAN

Tanaman Penutup Tanah ( legume cover crop LCC ) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu ( gulma)

Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 60x60 cm sedalam 50 cm dan berikan pupuk TSP sebagai pupuk dasar sebanayak 300grm/lubang tanam.

Sisa galian tanah atas ( 20cm) dipisahkan dari tanah bawah.

Jarak 9x9x9 m Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur.

Sehari sebelum tanam, siram bibit paoli bag,

Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukan bibit ke dalam lubang.

Taburkan NATURAL GLIO yang sudah dikembangbikan dalam pupuk kandang selama 1 minggu di sekitar perkiraan tanaman, Segera ditimbun dengan galian tanah atas.

Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot ( dosis 3-4 tutup / tangki).

Hasil Akan Lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA.

Adapun cara penggunaan SUPERNASA adalah sebagai berikut : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter ( 2000ml ) air dijadikan larutan induk.

Kemuduan Setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

HAMA DAN PENYAKIT HAMA

Hama Tungau, Penyebab tungau merah ( oligonychus ). Bagian diserang adalah daun, Gejala : daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian. Semprot PESTONA atau BVR.

Ulat Setora. Penyebab : Setora nites. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala : daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian : Penyemprotan dengan PESTONA

Penyakit

Root Blast. Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan : Natural Glio.

Garis Kuning. Penyebab : Fusarium oxysporum. Baian diserang daun. Gejala: bulatan  oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian : inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman nuda, Pencegahan : Natural Glio

PANEN

Umur panen mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah pnyerbukan.

Dapat di panen jika telah berumur 31 bulan, sdikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat tandan buajh matang panen.

Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada buah brondolan lepas/jatuh dari tandan yang beratnya 5 kg ( atau 2 brondolan per kg).

Pemberian Pupuk SUPERNASA GRANULE dengan dosis 50kg/Ha atau setara dengan 350 gram/ pohon dan pemberian POWER NUTRITION dengan dosis 3kg atau setara dengan 25gr/pohon, dapat diberikan dengan pemberian pupuk NPK.

Dosis pemberian pupuk NPK dapat dikurangi 25% hingga 50% dari dosis pemupukan yang direkomendasikan.

Aplikasi pemupukan dilakukan minimal 2 kali dalam setahun, jika ingin lebih optimal dapat dilakukan 3 kali dalam 1 tahun

TESTIMONI SAWIT MENGGUNAKAN PUPUK NASA | AGEN NASAS

UNTUK PEMESANAN BISA HUBUNGI KAMI AGEN NASA RESMI

ADMIN 1 HP/WA : 0822-6161-5298

ADMIN 2 HP/WA : 0813-1003-3679

Menerima Pemesanan Untuk Seluruh Indonesia Dan Menerima Pendaftaran Distributor Nasa.